Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenggunaan peta konsep dalam model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar oleh Septriana Nurhadiyanti
PenulisNurhadiyanti, Septriana
Pembimbing1. Hariyono ; 2. Aditya Nugroho Widiadi
Penerbitan2012, S1 Program Studi Pendidikan Sejarah.
Subyek1. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL - MOTIVASI BELAJAR
2. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL - PRESTASI BELAJAR
LabelRs 300.76 NUR p
Abstrak

Kata kunci: peta konsep, model pembelajaran kooperatif, motivasi belajar, hasil belajar siswa.





Peta konsep merupakan media yang memudahkan siswa untuk memahami suatu materi, sementara bagi guru pembelajaran melalui media peta konsep bisa memudahkan guru untuk menerangkan atau menjelaskan materi kepada siswa. Media peta konsep mudah digunakan untuk siswa karena media peta konsep berisi konsep-konsep atau pokok-pokok materi sehingga memudahkan siswa untuk mengingat, menghafal, dan memudahkan membuat catatan. Sedangkan media peta konsep mudah digunakan untuk guru karena dengan media peta konsep guru mudah untuk menjelaskan materi kepada siswa secara jelas dan singkat. Penggunaan media peta konsep dalam model pembelajaran kooperatif dapat memotivasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas sehingga siswa tidak merasa bosan saat proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memusatkan pada kerjasama kelompok yang menciptakan hubungan atau komunikasi diantaranya sehingga menciptakan motivasi belajar dan kerjasama dalam menyelesaikan masalah. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif, siswa dapat berinteraksi dan aktif ketika kegiatan pembelajaran di kelas dilakukan. Model pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah model pembelajaran STAD, dengan model pembelajaran ini manfaat dari penggunaan media peta konsep lebih telihat. Manfaat media peta konsep untuk mengingat, menghafal, membuat catatan yang memudahkan siswa untuk belajar terlihat pada saat guru menerapkan langkah model pembelajaran STAD yang berupa kuis. Selain itu STAD digunakan karena model pembelajaran ini memiliki kelebihan diantaranya: seluruh siswa menjadi lebih siap, siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama, dan salah satu siswa aktif berperan sebagai falisitator sebaya untuk meningkatkan keberhasilan kelompok. Motivasi belajar siswa dapat diamati dari tingkah laku siswa selama belajar. Tingkah laku siswa tersebut diantaranya aspek minat siswa, perhatian siswa, konsentrasi siswa, dan ketekunan siswa pada waktu pembelajaran. Hasil belajar siswa mencakup semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Dengan adanya hasil belajar siswa, guru dapat mengetahui ketuntasan belajar siswa.

Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penggunaan peta konsep dalam model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar? (2) Bagaimanakah penggunaan peta konsep dalam model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar? Adapun tujuan penelitian adalah: (1) Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar melalui penggunaan peta konsep dalam model pembelajaran kooperatif, (2) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar melalui penggunaan peta konsep dalam pembelajaran kooperatif.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan menggunakan model pembelajaran STAD. Subjek penelitian siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obeservasi partisipan (sebagai guru), pembagian angket untuk siswa, tes, catatan lapangan dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Penggunaan peta konsep dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu presentase keberhasilan aspek minat memperoleh 88,04%, presentase keberhasilan aspek perhatian memperoleh 89,49%, presentase keberhasilan aspek konsentrasi memperoleh 92,24%, presentase keberhasilan aspek ketekunan memperoleh 94,62% pada siklus 1, presentase keberhasilan aspek minat mengalami kenaikan 6,17 % dari 88,04% menjadi 94,21%, presentase keberhasilan aspek perhatian mengalami kenaikan 3,08% dari 89,49% menjadi 92,57%, presentase keberhasilan aspek konsentrasi mengalami kenaikan 3,39% dari 94,24% menjadi 97,63%. Presentase keberhasilan aspek ketekunan kenaikan 3,34% dari 94,62% menjadi 97,96%. pada siklus II. (2) Penggunaan peta konsep dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan berjumlah 23 siswa dengan besar presentasi 71,9 %, sedangan jumlah siswa yang belum belum tuntas berjumlah 9 siswa dengan besar presentasi 28,1 %, pada siklus II jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan meningkat dari berjumlah dari 23 siswa menjadi 28 siswa. Hasil tersebut dianalisis sebagai berikut; jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan meningkat 15,6% dari 71,9% menjadi 87,5% atau dari siswa yang berjumlah 23 siswa meningkat menjadi 28 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas berkurang 15,6% dari 28,1 menjadi 12,5% atau dari siswa yang berjumlah 9 siswa menurun menjadi 4 siswa..

Dari hasil penelitian ini, penulis mengajukan saran yaitu: (1) bagi guru: guru bisa membuat media dalam setiap kegiatan pembelajaran sehingga dapat menarik motivasi siswa, guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya menggunakan ceramah terus menerus untuk menjelaskan kepada siswa. (2) bagi siswa XI IPS 1 SMA Negeri 2 Blitar, peta konsep dapat digunakan sebagai media belajar dirumah agar siswa dapat membuat catatan dan memudahkan untuk belajar dan mempersiakan ujian. (3) bagi peneliti yang akan datang, perlu dilakukan pengembangan media peta konsep pada lembar kerja siswa maupun buku pelajaran.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan aktivitas siswa dan pengusahaan materi mata pelajaran IPS kelas III SDN Kotalama I Malang / Ardhiyah Dwi Kurnia
2Pemanfaatan media alami untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Kebonagung 02 Kabupaten Malang / Ika Yulinar Sugihardini


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


1Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Game Tournament) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas VIII C SMP Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang / Dina Suciati
2Penerapan pembelajaran kooperatif model struktural roundtable untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS 1 SMA Laboratorium UM Malang / Ratih Nilla Kartika
3Penerapan cooperative learning dengan metode mind mapping sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI pada pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sumenep tahun 2008/2009 / Nuurul Hidayati Agustin
4Penerapan media power point untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII B MTs. Surya Buana Malang tahun ajaran 2008/2009 / Dwi Rahayu
5Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa melalui penerapan pendekatan CTL (contextual teaching and learning) pada pembelajaran sejarah kelas VII di SMP Negeri 1 Malang / Liesna Apriliani
6Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu semester genap tahun ajaran 2008/2009 / Teguh Dwi Setyawan
7Penerapan metode pembelajaran model permainan tembok kata untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran IPS kajian sejarah siswa kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2008/2009 / Tatang Kurniawan
8Penerapan pembelajaran kontekstual menggunakan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPS bidang sejarah kelas VIIA SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek / Widi Ayu Hapsari
9Penerapan metode role playing pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan minat mempelajari sejarah pada siswa kelas VIII MTs Muallimat Malang tahun ajaran 2008-2009 / Agustin Anik Arti Ashe
10Penerapan pembelajaran kooperatif dengan model numbered heads together (kepala bermotor) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS sejarah pada siswa kelas VIII F di SMP Negeri 1 Malang / Hari Hadi Kesuma
11Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Aulia Okta Vrigati
12Penerapan model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite (Recall), and Review) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Ngantang pada mata pelajaran sejarah tahun ajaran 2009/2010 / Estiwin Lukitasari
13Upaya meningkatkan perhatian dan hasil beajar dengan media visual (gambar dan bagan) pada mata pelajaran IPS Sejarah siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Gondanglegi / Mas'udah
14Meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPS terpadu (sejarah) melalui pemanfaatan media dart board dengan teknik permainan di kelas VII H SMP Negeri 2 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Lulus Anggoro Resti Nuryefi
15Penerapan multimedia dan komik untuk meningkatkan aktivitas beserta hasil belajar siswa kelas VIIE pada pelajaran IPS (Sejarah) di SMP Negeri 13 Malang / Rike Ristiya Putri
16Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XII jurusan teknik komputer dan jaringan (TKJ) pada mata pelajaran IPS di SMKN Glagah Banyuwangi / Deka Candra Naingfala
17Meningkatkan pemahaman mata pelajaran IPS melalui metode kooperatif model script pada siswa kelas VII B di SMP Ma'arif Kota Batu tahun ajaran 2009/2010 / Rini Wahyuningsih
18Efektivitas model think pair share dan numbered head together untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPS-Sejarah di SMK Negeri 3 Blitar kelas VIII semester I tahun ajaran 2009/2010 / Rifi Agustina