Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa VII-G SMPN 07 Malang pada materi pertidaksamaan linear satu variabel oleh Herlina Binti Marthin
PenulisMarthin, Herlina Binti
Pembimbing1. H. Ipung Yuwono ; 2. Rini Nurhakiki
Penerbitan2012, S1 Program Studi Pendidikan Matematika.
Subyek1. PERSAMAAN LINEAR - PRESTASI BELAJAR
2. PERSAMAAN LINEAR - PEMBELAJARAN
LabelRs 515.252076 MAR p
Abstrak

Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe STAD, pertidaksamaan linear satu

variabel.

Matematika dianggap pelajaran yang sulit oleh kebanyakan siswa. Salah

satu hal yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran matematika adalah metode

pembelajaran matematika. Metode pembelajaran matematika yang lebih

mengutamakan hafalan daripada pengertian menyebabkan pemahaman konsep

siswa kurang. Penerapan model pembelajaran yang tepat akan menentukan

efektifitas proses belajar mengajar. Pembelajaran kooperatif model STAD

merupakan salah satu pembelajaran yang memiliki potensi lebih dalam

meningkatkan prestasi belajar siswa serta merupakan model yang paling

sederhana dan dapat diterapkan pada hampir semua materi pelajaran yang

menekankan pemahaman konsep.

Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi belajar

matematika siswa SMPN 07 Malang dengan menggunakan penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan

kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam

penelitian ini meliputi : 1) hasil tes/kuis, 2) hasil pengamatan lapangan (siswa dan

guru), 3) hasil catatan lapangan.

Pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan prestasi

belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel memiliki empat

komponen, yaitu (1) presentasi kelas: menyampaikan tujuan pembelajaran dan

materi yang dipelajari secara garis besar, (2)kerja kelompok: terdiri dari 4-5 orang

untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi, membandingkan jawaban, atau

memperbaiki miskonsepsi, (3) Kuis/tes secara individu: kuis diberikan pada setiap

siswa dan siswa tidak diperkenankan untuk bekerja sama. (4) Penghargaan

kelompok.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami

peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada siklus I prosentase siswa yang mendapat

nilai kuis ≥ 75 sebesar 68,4% pada pertemuan pertama dan 73,68% pada

pertemuan kedua, sedangkan pada pada siklus II prosentase siswa yang mendapat

nilai kuis ≥ 75 sebesar 78,5% pada pertemuan pertama dan 85,37% pada

pertemuan kedua. Peningkatan juga dapat dilihat pada prosentase nilai aktivitas

siswa terlihat pada siklus I prosentase siswa yang mendapat nilai aktivitas siswa

≥ 75 sebesar 65,79% pada pertemuan pertama dan 76,92% pada pertemuan kedua,

sedangkan pada pada siklus II prosentase siswa yang mendapat nilai aktivitas

siswa ≥ 75 sebesar 90,24 % pada pertemuan pertama dan 92,68% pada pertemuan

kedua.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan

kepada guru matematika untuk menerapkan model pembelajaran STAD pada

materi pertidaksamaan linear satu variabel.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas