Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan metode bermain peran (role playing) untuk meningkatkan keterampilan sosial (studi pada anak kelompok B6 TK Inviolata di Kota Ruteng Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur) oleh Maria Fatima Mardina Angkur
PenulisAngkur, Maria Fatima Mardina
Pembimbing1. Sulton ; 2. M. Ramli
Penerbitan2013, S2 Program Studi Pendidikan Dasar.
Subyek1. ANAK (TAMAN KANAK-KANAK) - KETERAMPILAN SOSIAL
LabelRt 372.218019 ANG p
Abstrak

Kata Kunci : metode bermain peran (role playing), keterampilan sosial anak didik.



Permasalahan pokok yang dialami guru ialah sulit meningkatkan keterampilan sosial anak didik. Oleh karena itu, guru bersama peneliti menerapkan metode bermain peran (role playing) untuk meningkatkan keterampilan sosial tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) bagaimanakah penerapan metode bermain peran

(role playing) untuk meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B6 TK Inviolata Ruteng, 2) apakah penerapan metode bermain peran (role playing) dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B6 TK Inviolata Ruteng, dan

3) apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan metode bermain peran (role playing).

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas selama 2 siklus. Tahapan dari kedua siklus tersebut adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B6 TK Inviolata Ruteng yang berjumlah 18 orang. Instrumen dan data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) tahapan metode bermain peran yang dapat meningkatkan keterampilan sosial dalam penelitian ini adalah: pemanasan, memilih pemain, menata panggung, memilih pengamat, pemeranan, diskusi dan evaluasi, pemeranan ulang, dan kesimpulan, 2) penerapan metode bermain peran (role playing) dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B6 TK Inviolata Ruteng. Hal tersebut dapat dilihat dari skor persentase keterampilan sosial anak pada siklus 1 yang tertinggi adalah 57,14 % dan yang terendah adalah 42,85 % meningkat kearah yang positif pada siklus 2 dengan skor persentase tertinggi adalah 85,71 % dan skor terendah adalah 71,42 %, dan

3) faktor pendukung: alokasi waktu dan arahan guru; faktor penghambat: pemahaman guru tentang metode bermain peran (role playing).

Saran penelitian ini adalah 1) guru TK hendaknya menerapkan metode bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial anak, dan 2) peneliti selanjutnya hendaknya meneliti keefektifan metode bermain peran (role playing) dalam meningkatkan keterampilan sosial melalui penelitian eksprerimental.






P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.