Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan pembelajaran kooperatif model mix and match untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada standar kompetensi melakukan pemasaran barang dan jasa (studi pada siswa kelas XI Program Keahlian Pemasaran di SMK Kosgoro 1 Lawang Kabupaten Malang) oleh Winda Tri Wulandari
PenulisWulandari, Winda Tri
Pembimbing1. Budi Eko Soetjipto ; 2. Wening Patmi
Penerbitan2013, S1 Program Studi Pendidikan Tata Niaga.
Subyek1. PEMASARAN - PRESTASI BELAJAR
2. PEMASARAN - PEMBELAJARAN
LabelRs 658.8076 WUL p
Abstrak

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Model Mix and Match, Keaktifan dan Respon, Hasil Belajar.



Pembelajaran kooperatif membantu siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas dengan saling bekerjasama. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada siswa kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Kosgoro 1 Lawang terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu: (1) Guru menggunakan metode ceramah tanpa adanya variasi, (2) Respon siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dikelas rendah, (3) Hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran melakukan pemasaran barang dan jasa kurang memuaskan, 50% siswa mendapat nilai di bawah KKM.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Penerapan pembelajaran kooperatif model mix and match. (2) Keaktifan dan respon siswa setelah mengikuti pembelajaran kooperatif model mix and match. (3) Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran kooperatif model mix and match (4) Hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya pembelajaran kooperatif model mix and match serta solusinya.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Pemasaran SMK Kosgoro 1 Lawang yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, angket, wawancara, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus, yang mana satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan & refleksi.

Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Penerapan pembelajaran model mix and match dilakukan dengan 4 tahap, yaitu: tahap mix, tahap freeze, tahap match dan play again. (2) Keaktifan siswa mengalami peningkatan yakni sebesar 45,83% pada siklus I meningkat menjadi 71,94% pada siklus II. Sedangkan respon siswa setelah diterapkannya model pembelajaran mix and match mengalami penurunan. Siklus I respon siswa sebesar 81,11% menurun 1,11% sehingga menjadi 80% pada siklus II. (3) Hasil belajar siswa dari aspek kognitif setelah diterapkan model pembelajaran mix and match mengalami peningkatan. Nilai rata-rata ulangan harian sebelum diterapkan model mix and match sebesar 70,47 dan meningkat menjadi 78,15 pada post test siklus I. Sedangkan nilai rata-rata post test siklus II adalah 86,97. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan. Pada post test siklus I sebesar 70,37%, meningkat pada post test siklus II menjadi 93,33%. (4) Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model mix and match. Namun hambatan tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk tetap bisa menerapkan model mix and match, karena peneliti telah menemukan solusi atas hambatan yang terjadi.

Saran yang disampaikan peneliti adalah sebagai berikut: 1) Bagi guru yang ingin menerapkan model pembelajaran mix and match sebaiknya menggunakan instruksi dengan bahas indonesia serta menggunakan kartu yang berbeda jika mengulang kembali tahapan model mix and match. 2) Bagi siswa supaya meningkatkan keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan, jawaban maupun tanggapan, karena semakin aktif siswa dalam pembelajaran model pembelajaran mix and match akan semakin baik. 3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan model yang sama pada mata pelajaran yang sama/beda namun dalam tempat yang berbeda untuk mengembangkan pembelajaran kooperatif model mix and match


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas