Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model kooperatif TGT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi gaya dan pesawat sederhana kelas V MI Mambaul Ulum Malang oleh Farida Indriani
PenulisIndriani, Farida
Pembimbing1. Herawati Susilo ; 2. Umie Lestari
Penerbitan2013, S1 Program Studi Pendidikan Dasar.
Subyek1. SAINS ( PENDIDIKAN DASAR ) - MODEL PEMBELAJARAN
2. GAYA DAN PESAWAT ( PENDIDIKAN DASAR ) - MODEL PEMBELAJARAN
LabelRs 372.357044 IND p
Abstrak

Kata kunci: inkuiri terbimbing, kooperatif TGT, aktivitas belajar, hasil belajar

Berdasarkan hasil studi pendahuluan, hasil belajar siswa kelas V MI Mambaul Ulum Malang pada mata pelajaran IPA belum mencapai ketuntasan secara klasikal. Ulangan pertama rata-rata 69,14 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 38,29% dan ulangan harian kedua rata-rata 67,23 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 25,53%. Aktivitas belajar siswa juga masih rendah.

Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model kooperatif TGT. Strategi inkuiri terbimbing dengan model kooperatif TGT adalah proses pembelajaran yang diawali dengan presentasi guru, belajar kelompok, presentasi kelompok, permainan/turnamen, dan pemberian penghargaan.

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan dengan alokasi waktu masing-masing pertemuan 2x35 menit dan 3x35 menit. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas V MI Mambaul Ulum Malang yang berjumlah 21 siswa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2013. Aktivitas belajar siswa diketahui dari lembar observasi aktivitas belajar siswa yang terdiri dari 9 indikator. Hasil belajar siswa diketahui dari tes hasil belajar kognitif.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa. Dari siklus I ke siklus II, persentase aktivitas belajar meningkat sebesar 15,7%, yakni dari 58% dengan kategori cukup menjadi 74,3% dengan kategori baik. Sedangkan siklus II ke siklus III, persentase aktivitas belajar meningkat sebesar 8,3%, yakni dari 74,3% dengan kategori baik menjadi 82,6% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa juga meningkat tajam yang dilihat dari persentase ketuntasan klasikal, yakni 66,6% pada siklus I, 76,1% pada siklus II, dan 90,4% pada siklus III. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu model kooperatif TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V MI Mambaul Ulum Malang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, disampaikan saran-saran yaitu: (1) pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu dengan kooperatif TGT dapat menjadi alternatif pilihan, karena dapat meningkatkan aktivitas siswa dan akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (2) dalam pelaksanaan strategi inkuiri terbimbing dengan model kooperatif TGT, terdapat beberapa kendala yang harus diperhatikan oleh guru di antaranya waktu yang diperlukan selama pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu membuat rancangan pembelajaran secara matang dan mempertimbangkan alokasi waktu sehingga pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana, (3) penerapan strategi inkuiri terbimbing dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sehingga diharapkan guru IPA melaksanakan penelitian lebih lanjut untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomorik, dan (4) materi pelajaran IPA yang dibahas adalah materi gaya magnet pada siklus I , materi gaya gravitasi dan gaya gesek pada siklus II dan materi pesawat sederhana pada siklus III, sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut pada pokok bahasan yang lainnya.




































P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pembelajaran IPA Siswa kelas III SD Mutiara Harapan / Fanny Vidhayanti Nasution
2Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemapuan siswa kelas V memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA di SDN Tlumpu Kota Blitar / Ririd Dwi Rahayu
3Penerapan model problem solving untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas VI SDN Bangelan 04 Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang / HUda
4Penerapan model siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Karangbesuki I Kecamatan Sukun Kota Malang / Anik Faoziyah
5Penggunaan modul untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV MI Bhrul Ulum Pakisaji Kabupaten Malang / Ahmad Junaidi
6Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Talangsuko 02 Turen / Wina Wahyuni Wina
7Penerapan model discovery untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Blimbing 4 Kota Malang / Cahya Riudlatul Lailiyah
8Penerapan model Sains Teknologi Masyarakat (STM) untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V di SDN Saptorenggo III Kec. Pakis Kab. Malang / Irmawati
9Penerapan model siklus belajar (Learning Cycle) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN sawojajar 4 Malang / Eries Norma Yusmita
10Penerapan model Children Learning in Science untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SDN Dawuhansengon 02 Pasuruan / Endah Kurniati
11Penerapan pendekatan CTL untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas II SDIT Mutiara Hati Kota Malang / Erlia Burul Fatmawati
12Penerapan mind mapping untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Lowokwaru 5 Kota Malang / Laili Lutfi Arini
13Pemanfaatan sumber belajar lingkungan sekitar sekolah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gawang 1 Kebonagung Pacitan / Heru Wironoto
14Penerapan model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Bareng 4 Malang / Achmad Bagus Suprio


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.