Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPenerapan problem-based learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP kelas olahraga oleh Kantiningrum
PenulisKantiningrum
Pembimbing1. Triyono ; 2. Nur Hidayah
Penerbitan2013, S2 Program Studi Bimbingan dan Konseling.
Subyek1. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA - MOTIVASI BELAJAR
2. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA - MODEL PEMBELAJARAN
LabelRt 370.154 KAH p
Abstrak

Kantiningrum. 2013. Penerapan Problem-based learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Olahraga. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd.



Kata kunci: Problem-based learning, motivasi belajar, kelas olahraga



Problem-based learning adalah metode pembelajaran dengan menerapkan lima langkah, yaitu: (1) orientasi siswa pada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Problem-based learning adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berlandaskan pada paradigma konstruktivisme, yang berorientasi pada proses belajar siswa.

Kelas olahraga adalah kelas khusus yang siswa-siswanya memiliki prestasi di bidang olahraga. Pelaksanaan kelas olahraga berdasarkan kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. SMP Negeri 01 Batu merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk Pemerintah untuk menyelenggarakan kelas olahraga.

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah penerapan problem-based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP kelas olahraga.

Metode pada penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pelaksanaan bimbingan dan konseling 2 siklus, masing-masing 4 kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas olahraga yang berjumlah 19 siswa. Penelitian berlangsung di SMP Negeri 01 Batu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa adalah skala motivasi belajar. Data dianalisis dengan teknik deskriptif persentasi.

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan problem-based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas olahraga dalam mengikuti bimbingan dan konseling. Pada siklus I rata-rata motivasi belajar mencapai 60,74 dan pada tindakan siklus II meningkat menjadi 70,53.

Saran penelitian yaitu: (1) untuk konselor, penerapan problem-based learning dengan metode permainan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar mengikuti layanan bimbingan dan konseling siswa terutama pada aspek kegigihan, ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan (2) untuk peneliti selanjutnya, perlu ditindaklanjuti dengan penelitian eksperimen yang lebih mendalam


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

1Pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan pemahaman konsep IPA siswa kelas VIII D SMPN 1 Banyuwangi / Sugeng Lukito Yuwono
2Implementasi model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kepercayaan diri siswa (studi pada siswa SMP Muhammadiyah 4 Malang kelas IX) / Jesy Diah Rokhmawati


P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


1Penerapan model experiential learning sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan coping self-talk bago calon konselor / Irene Maya Simon
2Penerapan problem based learning untuk meningkatkan perspective taking skill siswa SD / Rusmiyati
3Penerapan metode role playing untuk meningkatkan empati pada siswa kelas IV MI Yaspuri Malang / Nutfah A.M. Arif
4Penerapan teknik Team Games Tournament dalam pelajaran IPS untuk meningkatkan kesadaran karier siswa kelas tiga sekolah dasar / Syaiful Hadi
5Penerapan strategi self-regulated learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar (SD) / Dinny Budiavianti
6Penerapan problem-based learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP kelas olahraga / Kantiningrum