Penelitian Tindakan Kelas :: UPT Perpustakaan UM




JudulPembelajaran materi pembagian pecahan dengan pendekatan realistic mathematics education untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN Kalitanjung II oleh Asih Kurnia Asih
PenulisAsih, Asih Kurnia
Pembimbing1. Edi Bambang Irawan ; 2. Cholis Sa'dijah
Penerbitan2016, S2 Program Studi Pendidikan Dasar.
Subyek1. ARITMATIKA (PENDIDKAN DASAR) - MODEL PEMBELAJARAN
2. ARITHMATICS (ELEMENTARY) - STUDY AND EACHING
LabelRt 372.72044 ASI p
Abstrak

ABSTRAK



Asih, Kurnia, A. 2016. Pembelajaran Materi Pembagian Pecahan dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SDN Kalitanjung II. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd, (2) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A.

Kata Kunci : Pembagian Pecahan, Pendekatan Realistic MathematicsEducation, Kemampuan Berpikir Kritis.

Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di Sekolah Dasar pada umumnya masih menggunakan prosedur yang sudah ada dengan cara mekanistik. Berdasarkan observasi pendahuluan bahwa pembelajaran matematika belum menerapkan pembelajaran kontekstual dan kurang melibatkan siswa dalam menemukan konsep matematika. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Kemampuan berpikir kritis siswa merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan dalam tujuan pembelajaran matematika. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan RME pada pembelajaran pembagian pecahan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Siklus penelitian ini sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdapat empat kali pembelajaran dan satu kali tes akhir. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kalitanjung II Kota Cirebon tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 22 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, catatan lapangan, soal tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pembelajaran pembagian pecahan dengan pendekatan RME dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa terlihat dari ketercapaian indikator yang dikembangkan pada penelitian ini di antaranya: mengidentifikasi, mengklarifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan. Penerapan pembelajaran RME menggunakan sintaks pembelajaran sebagai berikut ini : (1) mengemukakan masalah kontekstual; (2) menyelesaikan masalah kontekstual; (3) mendiskusikan jawaban; dan (4) menyimpulkan alternatif jawaban. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan guru terlaksana dengan sangat baik. Guru mengarahkan siswa dalam menemukan informasi penting dalam masalah kontekstual yang telah disajikan, siswa menyelesaikan masalah dengan menggunakan pemodelan (self developed models), selanjutnya siswa melakukan diskusi kelompok (interactivity) untuk dapat memecahkan masalah dengan berbagai strategi yang ditemukan, dan guru membimbing siswa (guid-reinvention) dalam menyimpulkan alternatif pemecahan masalah dari strategi informal yang dibangun siswa menjadi konsep matematika formal.


P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas

Tidak ada.

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Tidak ada.